Demi kesehatan, saya harus mengalihkan sebagian cinta yang sudah terlanjur melekat di sosok nan indah itu. Ia sudah berulang kali mengecewakan saya, membuat saya hancur, mematikan selera saya, dan hal-hal buruk lainnya. Saya sudah berusaha memberikan cinta saya yang paling tulus, memakluminya, menyemangatinya, tapi hati saya berulang kali dibanting ke tanah, sehingga rasa cinta sudah tak sekuat dulu...malah sekarang saya ingin mengalihkannya ke objek lain...
Sebenarnya, saya sudah pernah hancur, beberapa tahun yang lalu. Saat itu, ketika hati saya sakit, saya mengalihkan seluruh cinta saya ke objek lain, yang sebenarnya sudah saya sukai sejak lama, dan objek itu ternyata jauh lebih ramah, lebih menyehatkan, lebih menghadirkan hal-hal positif dalam hidup saya. Terus terang, saat ini saya menyesal, seharusnya saya total menyerahkan cinta ini kepadanya, bukan malah mendistribusikannya ke objek lain yang berkali-kali melukai saya...
Saya lebih menyukai atmosfer yang tenang dan damai. Bukan kondisi yang penuh dengan ejekan, bahkan dari teman-teman sendiri. Saya ingin menikmati cinta dengan tersenyum, bukan dengan tekanan, emosi yang merusak, dan kebencian bahkan dengan rekan sendiri. Dan saya ingin cinta yang menyelubungi hati saya adalah cinta yang mencerdaskan, mencerahkan, dan memotivasi saya untuk lebih maju... Hal-hal yang saya temukan pada “sang objek lain” ini...
Selamat tinggal, kekasihku... Kamu ternyata tidak baik untuk saya... Kalau boleh meminjam potongan lirik :
“For I have got another boy, another boy.
He's sweeter than all the boys and I met quite a few.
Nobody in all the world can do what he can do.
And so I'm telling you, "This time you'd better stop."
For I have got another boy. Another boy.
Who will love me till the end.
Through thick and thin
He will always be my friend.”
Sabtu, 3 Juli 2010
Sebenarnya, saya sudah pernah hancur, beberapa tahun yang lalu. Saat itu, ketika hati saya sakit, saya mengalihkan seluruh cinta saya ke objek lain, yang sebenarnya sudah saya sukai sejak lama, dan objek itu ternyata jauh lebih ramah, lebih menyehatkan, lebih menghadirkan hal-hal positif dalam hidup saya. Terus terang, saat ini saya menyesal, seharusnya saya total menyerahkan cinta ini kepadanya, bukan malah mendistribusikannya ke objek lain yang berkali-kali melukai saya...
Saya lebih menyukai atmosfer yang tenang dan damai. Bukan kondisi yang penuh dengan ejekan, bahkan dari teman-teman sendiri. Saya ingin menikmati cinta dengan tersenyum, bukan dengan tekanan, emosi yang merusak, dan kebencian bahkan dengan rekan sendiri. Dan saya ingin cinta yang menyelubungi hati saya adalah cinta yang mencerdaskan, mencerahkan, dan memotivasi saya untuk lebih maju... Hal-hal yang saya temukan pada “sang objek lain” ini...
Selamat tinggal, kekasihku... Kamu ternyata tidak baik untuk saya... Kalau boleh meminjam potongan lirik :
“For I have got another boy, another boy.
He's sweeter than all the boys and I met quite a few.
Nobody in all the world can do what he can do.
And so I'm telling you, "This time you'd better stop."
For I have got another boy. Another boy.
Who will love me till the end.
Through thick and thin
He will always be my friend.”
Sabtu, 3 Juli 2010
2 comments:
setuju banget dengan 'cinta yang mencerdaskan, mencerahkan, dan memotivasi untuk lebih maju... '. *hope that i can find one someday :) aamiin. hehe ^^ lol
postingan ini tidak merujuk pada seseorang kok ytt :D:D
Post a Comment